RESENSI NOVEL: ALL THE BRIGHT PLACES (TEMPAT-TEMPAT TERANG) KARYA JENNIFER NIVEN
ALL THE BRIGHT PLACES
(TEMPAT-TEMPAT TERANG)
Judul buku : All the Bright Places (Tempat-Tempat
Terang)
Penulis : Jennifer Niven
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit :
2017
Penerjemah :
Angelic Zaizai
Editor : Tri Saputra Sakti & Dini Pandia
Desain cover : Yulianto Qin
ISBN : 978-602-03-6336-3
***
Novel yang membawa tema
kehidupan remaja dan masalah kesehatan mental ini ditulis oleh Jennifer Niven,
seorang penulis terkenal asal Amerika. Novel ini adalah novel pertama Jennifer Niven yang
berkisah tentang kehidupan remaja. Ia membuat sebuah cerita remaja yang manis
namun disertai dengan kegetiran yang membuat ceritanya seru dan menarik untuk
dibaca.
Buku yang ia tulis ini
menceritakan tentang seorang remaja yang terobsesi untuk bunuh diri. Theodore
Finch, ia selalu mencari cara dan waktu terbaik untuk mengakhiri hidupnya.
Namun, setiap kami ia mencoba untuk mengakhiri hidupnya, selalu ada hal positif
yang menghentikannya meskipun itu sepele. Kali ini Finch, batal mengakhiri
hidupnya karena ia melihat seorang cewek di sisi lain langkan yang juga berdiri
seperti dirinya. Cewek itu adalah Violet Markey, cewek terkenal di sekolahnya
dan menjadi pemurung setelah kepergian kakaknya. Saat itu, entah sebenarnya
siapa yang menyelamatkan siapa, yang jelas keduanya sama-sama membatalkan
rencana untuk mengakhiri hidup.
Semenjak kejadian itu, Finch dan
Violet menjadi semakin dekat. Mereka terlibat satu tim dalam sebuah project
kelas Geografi Amerika yang mengharuskan mereka menjelajahi Indiana. Meskipun awalnya Violet sempat
keberatan, namun akhirnya mereka menjalani project berkelana itu bersama. Seiring
berjalannya project tersebut, mereka semakin dekat satu sama lain. Violet mulai
bangkit dari keterpurukannya berkat Finch, dan Finch juga dapat menikmati
hidupnya berkat Violet.
Seringnya mereka menghabiskan
waktu berdua, membuat Violet menyadari sesuatu, bahwa Finch sebenarnya tidaklah
aneh sama sekali. Ia adalah cowok nyentrik, lucu, dan romantis ala dirinya
sendiri. Finch juga menyadari sesuatu, bahwa hanya dengan Violet lah ia bisa
menikmati hidup dan melupakan rencana untuk mengakhiri hidupnya. Finch yang
sejak awal menaruh perasaan pada Violet, dibalas oleh Violet seiring
berjalannya waktu yang mereka habiskan berdua.
Mereka menghabiskan hari-harinya
dengan mengunjungi tempat-tempat menarik di Indiana, tempat yang sudah
terdaftar dalam list berkelana mereka. Seiring dengan itu, kehidupan Violet
semakin benderang. Ia mulai bangkit dari keterpurukannya dan berani membuat
sesuatu yang baru. Namun sebaliknya dari Violet, kehidupan Finch malah meredup.
Ia kembali mengalami Terlelap, keadaan dimana hanya ia yang bisa mengerti
bagaimana kondisi dirinya, yaitu masalah kesehatan mentalnya.
Finch biasanya kembali Terjaga
setelah melalui masa Terlelapnya, namun kali ini ia tidak bangun dari
Terlelapnya. Ia sudah menemukan cara dan waktu yang tepat pergi untuk selamanya,
dan Violet harus kembai merasakan duka yang mendalam. Ditinggalkan Eleanor, dan
ditinggalkan Finch.
Selain mengingatkan kita tentang
betapa pentingnya masalah kesehatan mental yang disampaikan melalui tokoh Finch
dan sudut pandangnya, novel ini juga mengandung banyak nilai tentang kehidupan,
seperti nilai sosial dan norma. Dari kejadian-kejadian yang terdapat dalam
cerita ini terdapat beberapa hal yang dapat kita pelajari, diantaranya kita
harus saling menghargai, menghormati, dan peduli terhadap sesama, terutama
terhadap seseorang yang mengalami masalah kesehatan mental.
Jennifer Niven mengemas novel
ini dengan cara unik. Ia menggunakan dua sudut pandang tokoh utamanya, sudut
pandang Finch, dan sudut pandang Violet. Hal ini membuat pembaca dapat lebih
memahami perasaan masing-masing tokoh sehingga dapat meresapi setiap kejadian
demi kejadian yang dialami kedua tokoh. Namun, mengingat novel ini adalah novel
terjemahan, bagi saya kekurangan dari novel ini yaitu adanya istilah-istilah
atau nama-nama yang asing dan tidak saya ketahui, sehingga terkadang saya tidak
dapat membayangkan apa yang telah disampaikan penulis. Contohnya seperti nama
tempat, nama band, judul lagu, judul buku, penulis, dan beberapa tokoh yang
disebutkan dalam novel tersebut.
Di samping semua itu, menurut
saya novel ini sangat bagus untuk dibaca. Saya sangat tertarik pada tokoh Finch
di novel ini. Bagi yang belum membaca, Anda bisa membaca novel ini dalam bentuk
buku maupun buku elektronik yang tersedia di aplikasi Perpustakaan Nasional
(Ipusnas). Buku ini juga sudah diadaptasi menjadi film yang ditayangkan di aplikasi streaming Netflix. Anda bisa memilih ingin menikmati cerita ini dari buku, film, atau bahkan dari kedua-duanya.
Terima kasih, semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar